TUNAS SDN. RONGTENGAH 5 SAMPANG

SELAMAT DATANG DI BLOG SDN. RONGTENGAH 5 SAMPANG

Senin, 19 Januari 2015

MEMPERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD S.A.W




1. Firman Allah SWT:

ﻗُﻞْ ﺑِﻔَﻀْﻞِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﻭَﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻪِ ﻓَﺒِﺬَﻟِﻚَ ﻓَﻠْﻴَﻔْﺮَﺣُﻮﺍْ ﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِّﻤَّﺎ ﻳَﺠْﻤَﻌُﻮﻥَ

“ Katakanlah: ‘Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. ’” (QS.Yunus:58).

Jadi, Allah SWT menyuruh kita untuk bergembira dengan rahmat-Nya, sedangkan Nabi SAW merupakan rahmat yang terbesar, sebagaimana tersebut dalam Al-Quran, “Dan tidaklah Kami mengutusmu melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam.” (QS Al-Anbiya’: 107). Dalam sebuah hadist disebutkan:

وذكر السهيلي أن العباس بن عبد المطلب رضي الله عنه قال : لما مات أبو لهب رأيته في منامي بعد حول في شر حال فقال ما لقيت بعدكم راحة الا أن العذاب يخفف عني كل يوم اثنين قال وذلك أن النبي صلى الله عليه وسلم ولد يوم الإثنين وكانت ثويبة بشرت أبا لهب بمولده فاعتقها .

As-Suhaeli telah menyebutkan” bahawa Abbas bin Abdul mutholibmelihat abu lahab dalam mimpinya,dan Abbas bertanya padanya,”Bagaimana keadaanmu? Abu lahab menjawab, di neraka, cuma setiap senin siksaku diringankan karena aku membebaskan budakku Tsuwaibah karena gembiraku atas kelahiran Rasul saw.”(shahih bukhari hadits no.4813, sunan Baihaqi al-kubra hadits no.13701, syi’bul Iman no.281, fathul Baari al-Masyhur juz 11 hal431)

Peringatan Maulid Nabi SAW adalah ungkapan kegembiraan dan kesenangan dengan beliau. Bahkan orang kafir saja mendapatkan manfaat dengan kegembiraan itu (Ketika Tsuwaibah, budak perempuan Abu Lahab, paman Nabi, menyampaikan berita gembira tentang kelahiran sang Cahaya Alam Semesta itu, Abu Lahab pun memerdekakannya. Sebagai tanda suka cita. Dan karena kegembiraannya, kelak di alam baqa’ siksa atas dirinya diringankan setiap hari Senin tiba. Demikianlah rahmat Allah terhadap siapa pun yang bergembira atas kelahiran Nabi, termasuk juga terhadap orang kafir sekalipun. Maka jika kepada seorang yang kafir pun Allah merahmati, karena kegembiraannya atas kelahiran sang Nabi, bagaimanakah kiranya anugerah Allah bagi umatnya, yang iman selalu ada di hatinya?

2. Beliau sendiri mengagungkan hari kelahirannya dan bersyukur kepada Allah pada hari itu atas nikmatNya yang terbesar kepadanya.Rasulullah SAW merayakan kelahiran dan penerimaan wahyunya dengan cara berpuasa setiap hari kelahirannya, yaitu setia hari Senin Nabi SAW berpuasa untuk mensyukuri kelahiran dan awal penerimaan wahyunya.

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲْ ﻗَﺘَﺎﺩَﺓَ ﺍﻷَﻧْﺼَﺎﺭِﻱِّ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ: ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺳُﺌِﻞَ ﻋَﻦْ ﺻَﻮْﻡِ ﺍﻟْﺈِﺛْﻨَﻴْﻦِ ﻓَﻘَﺎﻝَ” :ﻓِﻴْﻪِ ﻭُﻟِﺪْﺕُ ﻭَﻓِﻴْﻪِ ﺃُﻧْﺰِﻝَ ﻋَﻠَﻲَّ . ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ

“ Dari Abi Qotadah al-Anshori RA sesungguhnya Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa hari senin. Rasulullah SAW menjawab: Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku. ” (H.R. Muslim)

3. Firman Allah :

وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ

“Dan semua kisah dari rasul-rasul kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya kami teguhkan hatimu.. (Hud :120)” Dari ayat ini nyatalah bahwa hikmah dikisahkannya para rasul adalah untuk meneguhkan hati Nabi. Tidak diragukan lagi bahwa saat ini kita pun butuh untuk meneguhkan hati kita dengan berita-berita tentang beliau, lebih dari kebutuhan beliau akan kisah para nabi sebelumnya

4. Peringatan Maulid Nabi SAW mendorong orang untuk membaca shalawat, dan shalawat itu diperintahkan oleh Allah Ta’ala, Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً)الأحزاب

( “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat atas Nabi. Wahai orang-orang yang beriman,bershalawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam sejahtera kepadanya.” (QS Al-Ahzab: 56).

Apa saja yang mendorong orang untuk melakukan sesuatu yang dituntut oleh syara’, berarti hal itu juga dituntut oleh syara’. Berapa banyak manfaat dan anugerah yang diperoleh dengan membacakan salam kepadanya

5. Peringatan Maulid Nabi masuk dalam anjuran hadits nabi untuk membuat sesuatu yang baru yang baik dan tidak menyalahi syari ‘at Islam. Rasulullah bersabda:

ﻣَﻦْ ﺳَﻦَّ ﻓﻲِ ﺍْﻹِﺳْـﻼَﻡِ ﺳُﻨَّﺔً ﺣَﺴَﻨـَﺔً ﻓَﻠَﻪُ ﺃَﺟْﺮُﻫَﺎ ﻭَﺃَﺟْﺮُ ﻣَﻦْ ﻋَﻤِﻞَ ﺑِﻬَﺎ ﺑَﻌْﺪَﻩُ ﻣِﻦْ ﻏَﻴْﺮِ ﺃَﻥْ ﻳَﻨْﻘُﺺَ ﻣِﻦْ ﺃُﺟُﻮْﺭِﻫِﻢْ ﺷَﻰْﺀٌ (ﺭﻭﺍﻩﻣﺴﻠﻢ ﻓﻲ ﺻﺤﻴﺤﻪ )

“Barang siapa yang memulai (merintis) dalam Islam sebua perkara baik maka ia akan mendapatkan pahala dari perbuatan baiknya tersebut, dan ia juga mendapatkan pahala dari orang yang mengikutinya setelahnya, tanpa berkurang pahala mereka sedikitpun “. (HR.Muslim dalam kitab Shahihnya). Hadits ini memberikan keleluasaan kepada ulama ummat Nabi Muhammad untuk merintis perkara-perkara baru yang baik yang tidak bertentangan dengan al-Qur ‘an, Sunnah, Atsar maupun Ijma’.

Peringatan maulid Nabi adalah perkara baru yang baik dan sama sekali tidak menyalahi satu- pun di antara dalil-dalil tersebut. Dengan demikian berarti hukumnya boleh, bahkan salah satu jalan untuk mendapatkan pahala. Jika ada orang yang mengharamkan peringatan Maulid Nabi, berarti telah mempersempit keleluasaan yang telah Allah berikan kepada hamba-Nya untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik yang belum pernah ada pada masa Nabi.

6. Dalam peringatan Maulid disebut tentang kelahiran beliau, mukjizat-mukjizatnya, sirahnya, dan pengenalan tentang pribadi beliau. Bukankah kita diperintahkan untuk mengenalnya serta dituntut untuk meneladaninya, mengikuti perbuatannya, dan mengimani mukjizatnya. Kitab-kitab Maulid menyampaikan semuanya dengan lengkap.

7. Peringatan Maulid merupakan ungkapan membalas jasa beliau dengan menunaikan sebagian kewajiban kita kepada beliau dengan menjelaskan sifat-sifatnya yang sempurna dan akhlaqnya yang utama.Dulu, di masa Nabi, para penyair datang kepada beliau melantunkan qashidah-qashidah yang memujinya. Nabi ridha (senang) dengan apa yang mereka lakukan dan memberikan balasan kepada mereka dengan kebaikan-kebaikan. Jika beliau ridha dengan orang yang memujinya, bagaimana beliau tidak ridha dengan orang yang mengumpulkan keterangan tentang perangai-perangai beliau yang mulia. Hal itu juga mendekatkan diri kita kepada beliau, yakni dengan manarik kecintaannya dan keridhaannya.

8. Mengenal perangai beliau, mukjizat-mukjizatnya, dan irhash-nya (kejadian-kejadian luar biasa yang Allah berikan pada diri seorang rasul sebelum diangkat menjadi rasul), menimbulkan iman yang sempurna kepadanya dan menambah kecintaan terhadapnya.Manusia itu diciptakan menyukai hal-hal yang indah, balk fisik (tubuh) maupun akhlaq, ilmu maupun amal, keadaan maupun keyakinan. Dalam hal ini tidak ada yang lebih indah, lebih sempurna, dan lebih utama dibandingkan akhlaq dan perangai Nabi. Menambah kecintaan dan menyempurnakan iman adalah dua hal yang dituntut oleh syara’. Maka, apa saja yang memunculkannya juga merupakan tuntutan agama.

9. Mengagungkan Nabi SAW itu disyariatkan. Dan bahagia dengan hari kelahiran beliau dengan menampakkan kegembiraan, membuat jamuan, berkumpul untuk mengingat beliau, serta memuliakan orang-orang fakir, adalah tampilan pengagungan, kegembiraan, dan rasa syukur yang paling nyata.

10. Dalam ucapan Nabi SAW tentang keutamaan hari Jum’at, disebutkan bahwa salah satu di antaranya adalah, “Pada hari itu Adam diciptakan:” Hal itu menunjukkan dimuliakannya waktu ketika seorang nabi dilahirkan. Maka bagaimana dengan hari di lahirkannya nabi yang paling utama dan rasul yang paling mulla?

11. Peringatan Maulid adalah perkara yang dipandang bagus oleh para ulama dan kaum muslimin di semua negeri dan telah dilakukan di semua tempat. Karena itu, ia dituntut oleh syara’, berdasarkan qaidah yang diambil dari hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud, “Apa yang dipandang balk oleh kaum muslimin, ia pun balk di sisi Allah; dan apa yang dipandang buruk oleh kaum muslimin, ia pun buruk di sisi Allah.”

12. Dalam peringatan Maulid tercakup berkumpulnya umat, dzikir, sedekah, dan pengagungan kepada Nabi SAW. Semua itu hal-hal yang dituntut oleh syara’ dan terpuji.

13. Tidak semua yang tidak pernah dilakukan para salaf dan tidak ada di awal Islam berarti bid’ah yang munkar dan buruk, yang haram untuk dilakukan dan wajib untuk ditentang. Melainkan apa yang “baru” itu (yang belum pernah dilakukan) harus dinilai berdasarkan dalii-dalil syara’.

14. Tidak semua bid’ah itu diharamkan. Jika haram, niscaya haramlah pengumpulan Al-Quran, yang dilakukan Abu Bakar, Umar, dan Zaid, dan penulisannya di mushaf-mushaf karena khawatir hilang dengan wafatnya para sahabat yang hafal Al-Quran. Haram pula apa yang dilakukan Umar ketika mengumpulkan orang untuk mengikuti seorang imam ketika melakukan shalat Tarawih, padahal ia mengatakan, “Sebaik-baik bid’ah adalah ini.” Banyak lagi perbuatan baik yang sangat dibutuhkan umat akan dikatakan bid’ah yang haram apabila semua bid’ah itu diharamkan.

15. Peringatan Maulid Nabi, meskipun tidak ada di zaman Rasulullah SAW, sehingga merupakan bid’ah, adalah bid’ah hasanah (bid’ah yang balk), karena ia tercakup di dalam dalil-dalil syara’ dan kaidah-kaidah kulliyyah (yang bersifat global).Jadi, peringatan Maulid itu bid’ah jika kita hanya memandang bentuknya, bukan perinaan-perinaan amalan yang terdapat di dalamnya (sebagaimana terdapat dalam dalil kedua belas), karena amalan-amalan itu juga ada di masa Nabi.

16. Semua yang tidak ada pada awal masa Islam dalam bentuknya tetapi perincian-perincian amalnya ada, juga dituntut oleh syara’. Karena, apa yang tersusun dari hal-hal yang berasal dari syara’, pun dituntut oleh syara’.

17. Imam Asy-Syafi’i mengatakan, “Apa-apa yang baru (yang belum ada atau dilakukan di masa Nabi SAW) dan bertentangan dengan Kitabullah, sunnah, ijmak, atau sumber lain yang dijadikan pegangan, adalah bid’ah yang sesat. Adapun suatu kebaikan yang baru dan tidak bertentangan dengan yang tersebut itu, adalah terpuji

18. Setiap kebaikan yang tercakup dalam dalil-dalil syar’i dan tidak dimaksudkan untuk menyalahi syariat dan tidak pula mengandung suatu kemunkaran,itu termasuk ajaran agama.

19. Memperingati Maulid Nabi SAW berarti menghidupkan ingatan (kenangan) tentang Rasulullah, dan itu menurut kita disyariatkan dalam Islam. Sebagaimana yang Anda lihat, sebagian besar amaliah haji pun menghidupkan ingatan tentang peristiwa-peristiwa terpuji yang telah lalu.

20. Semua yang disebutkan sebelumnya tentang dibolehkannya secara syariat peringatan Maulid Nabi SAW hanyalah pada peringatan-peringatan yang tidak disertai perbuatan-perbuatan munkar yang tercela, yang wajib ditentang. Adapun jika peringatan Maulid mengandung hal-hal yang disertai sesuatu yang wajib diingkari, seperti bercampurnya laki-laki dan perempuan, dilakukannya perbuatanperbuatan yang terlarang, dan banyaknya pemborosan dan perbuatan-perbuatan lain yang tidak diridhai Shahibul Maulid, tak diragukan lagi bahwa itu diharamkan. Tetapi keharamannya itu bukan pada peringatan Maulidnya itu sendiri, melainkan pada hal-hal yang terlarang tersebut. (Sumber: Muhammad Khanafi tanggal 16 September 2013)

 








Rabu, 13 Agustus 2014

HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN R I KE 69

Hari Ulang Tahun hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 69 tahun ini di kabupaten Sampang cukup meriah dengan mengadakan bermacam-macam lomba antara lain : lomba daul (umum), bulu tangkis ( ganda antar SKPD dan TNI, POLRI, BUMD, BUMN), tenis lapangan ( ganda umum putra dan putri ), tenis meja (tunggal umum putra atau putri dan tunggal PNS, TNI, POLRI, BUMD, BUMN), Catur ( umum dan kelompok umur), bola volly antar SKPD, TNI, POLRI, BUMD, BUMN, usia bebas), lomba layang-layang, lomba fashion pemilihan putra/putri batik Madura, futsal antar SKPD (PNS usia bebas), lomba kebersihan lingkungan antar SKPD, gerak jalan (tingkat SD/MI), gerak jalan (tingkat SLTP,SLTA, SKPD, umum), senam KORPRI antar SKPD.


Minggu, 20 Juli 2014

PONDOK RAMADHAN 1435 H / 2014

Pondok ramadhan yang dilaksanakan pada tahun ini, adalah sama dengan tahun-tahun sebelumnya yaitu
dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Para siswa dengan penuh semangat dan perhatian mengikuti acara pondok ramadhan dari awal sampai akhir.

Pondok ramadhan merupakan suatu cara dan strategi untuk menyampaikan materi pelajaran agama Islam, sehingga para siswa dapat melaksanakan ajaran agamanya dengan baik dan benar.

Materi pada acara pondok ramadhan 1435 H. adalah
1. Rukun Iman dan rukun Islam
2. Praktik shalat 5 waktu dan shalat sunat
3. Menjelaskan dan menyimak tentang zakat fitrah dan zakat mal
4. Menjelaskan dan menyimak tentang puasa ramadhan dan puasa sunat
5. Praktik membaca Al Baqarah dengan tartil dan pelajaran tajwid
6. Praktik membaca Surat Yasin secara bersama-sama
7. Hafalan doa sehari-hari
8. Hafalan surat-surat pendek
9. Menjelaskan dan menyimak tentang akhlaq mulia

Jumat, 04 Juli 2014

TARI TRADISIONAL

Budaya daerah adalah merupakan bagian dari budaya Indonesia. Melestarikan budaya daerah merupakan suatu usaha untuk mempertahankan nilai-nilai budaya yang sesuai dengan adat bangsa Indonesia. Karena budaya daerah merupakan hasil karya bangsa Indonesia yang harus dilestarikan keberadaannya. 


Wujud kebudayaan daerah Indonesia, seperti : rumah adat, upacara adat, tarian, lagu, musik, seni gambar, pakaian adat, seni suara, seni sastra,makanan, dan film.

Dalam rangka ikut serta melestarikan kebudayaan daerah, para guru yang merupakan pelatih tari di SD. Negeri Rongtengah 5 Sampang mengadakan rencana dan melaksanakan suatu usaha untuk melestarikan budaya daerah Indonesia tersebut, salah satu  budaya yang dikembangkan adalah dalam bentuk tarian, yaitu tari tradisional daerah.

Berbekal teori tari yang ada dan pengalaman yang diperolehnya, pelatih tari dengan sabar, telaten, dan kreatif melatih murid SD. Negeri Rongtengah 5 Sampang. Tari tradisional daerah yang dikembangkan tersebut diberi judul, ''Tari Kembang Malathe Pote''.

Motivasi para guru terhadap para murid SD. Negeri Rongtengah 5 untuk terlaksananya program latihan tari tersebut sangat mendukung, sehingga murid yang ikut latihan tari, dapat menguasai semua gerakan tarian tersebut dengan baik, dan akhirnya dapat ditampilkan pada waktu acara pelepasan kelas 6 di PKPRI Trunojoyo pada tanggal 17 Juni 2014.







Minggu, 13 April 2014

KONDISI PESERTA PRAMUKA PENGGALANG

  • Kondisi Jiwa Peserta Pramuka Penggalang :
  1. Berpikir kritis
  2. Mudah terjadi identifikasi yang sangat emosional
  3. Minat dan aktivitasnya mulai mencerminkan jenis kelamin secara lebih menonjol 
  4. Pengaruh kelompok sebaya sangat kuat
  5. Memerlukan dukungan emosional dari orang tua bila mengalami kekecewaan dalam bergaul
  6. Memerlukan kehangatan dan keserasian dalam keluarga di rumah
  7. Menyenangi perilaku yang penuh kejutan, tantangan dan perilaku mengganggu orang lain
  8. Permainan kelompok, tim sangat menarik baginya.  
  • Perilaku anak-anak seusia Pramuka Penggalang :
  1. Senang bermain dan berlari-lari
  2. Senang bergerak, dan mencoba-coba
  3. Senang mengembara
  4. Suka menyanyi, teriak-teriak, suara seusia penggalang sudah mulai parau untuk laki-laki
  5. Senang akan sikap heroik, senang perang-perangan
  6. Suka bertanya, kadang agak menguji yang ditanya
  7. Cepat bosan
  8. Selalu ingin hal-hal baru
  9. Perhatian terpusat pada teman sebaya
  • Kegiatan untuk Pramuka Penggalang 
  1. Patriotisme atau kepahlawanan
  2. Petualangan atau penjelajahan alam
  3. Kompetisi regu atau kelompok
  4. Aktualisasi diri melalui pentas seni budaya dan lain-lain 
  5. Kompetisi perorangan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi misalnya cerdas tangkas
  6. Kepedulian sosial misalnya bakti masyarakat bersih lingkungan 
  7. Pemantapan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

Sabtu, 25 Januari 2014

MEMPERINGATI MAULID NABI BESAR MUHAMMAD S.A.W

Hari Sabtu tanggal 25 Januari 2014 di SDN. Rongtengah 5 Kecamatan Sampang, telah memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad S.A.W.


Satu minggu sebelumnya, guru pendidikan agama telah mengadakan latihan pembacaan Syarofal Anam dan Shalawat Nabi Muhammad SAW. kepada siswa-siswi kelas 4, kelas 5, dan kelas 6. Dengan latihan-latihan tersebut dapat membina sifat dan mental peserta didik menjadi berani, mandiri, percaya diri, disiplin, dan insya Allah mempunyai jiwa pemimpin.

Pada acara tersebut telah dihadiri oleh semua tenaga kependidikan, tenaga administrasi, dan peserta didik. Banyak yang diperoleh dalam acara tersebut, antara lain  :  

  1. Menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
  2. Menanamkan keimanan kepada Rosul-rosul Allah SWT. khususnya kepada Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi yang terakhir. Beriman kepada kitab-kitab Allah, beriman kepada hari Kiamat, dan takdir Allah SWT
  3. Meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. 
  4. Menanamkan kerja sama dan persaudaraan sehingga tercipta saling menghormati dan    menghargai     dengan sesamanya.
  5. Menanamkan sifat rendah hati, toleransi, dan selalu sabar menghadapi segala permasalahan hidup
  6. Melaksanakan kewajiban mengerjakan shalat lima waktu, membayar zakat, berpuasa pada bulan       Ramadhan, dan naik haji ke Baitullah bagi orang yang mampu. 
                   
    

Senin, 23 September 2013

SENAM KEBUGARAN JASMANI 2012

Kesehatan adalah merupakan hal yang penting untuk kita semua dan suatu nikmat yang tidak ternilai harganya. Karena apabila kita sehat dan bugar, dapat melaksanakan segala aktivitas secara maksimal. Kita senantiasa menjaga kesehatan kita, salah satunya adalah dengan cara mengikuti SKJ 2012.

Latihan SKJ 2012 yang dilaksanakan setiap hari kepada para siswa di sekolah, akan dapat berpengaruh terhadap siswa-siswi dalam penguasaan segala gerakan dalam senam tersebut. Disiplin dan konsisten mengikuti latihan, kunci sukses dalam mengikuti segala aktivitas yang ada di sekolah.

Latihan Senam Kebugaran Jasmani 2012, dilaksanakan setiap hari Sabtu sekitar jam 06.00 pagi. Uraian instruksional SKJ 2012 sebagai berikut :

Sikap Awal :
- Berdiri tegak tumit rapat ujung telapak kaki selebar kepalan tangan
- Pandangan lurus ke depan
- Lengan di samping paha, jari-jari rapat

Gerakan pemanasan :
Gerakan pemanasan dalam SKJ 2012 terdapat 11 gerakan. Uraiannya sebagai berikut :
Gerakan 1
- Gerakan 1a. Ayunkan kedua lengan lurus dari bawah hingga lurus ke atas melalui depan jari-jari rapat
   menghadap ke dalam. Turunkan kembali melalui depan hingga kembali ke sikap awal.
- Gerakan 1b. Ayunkan kedua lengan ke atas melalui samping sampai kedua telapak tangan rapat. Turun
   kan kedua telapak tangan sampai di depan dada.





: