TUNAS SDN. RONGTENGAH 5 SAMPANG

SELAMAT DATANG DI BLOG SDN. RONGTENGAH 5 SAMPANG

Rabu, 13 Agustus 2014

HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN R I KE 69

Hari Ulang Tahun hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 69 tahun ini di kabupaten Sampang cukup meriah dengan mengadakan bermacam-macam lomba antara lain : lomba daul (umum), bulu tangkis ( ganda antar SKPD dan TNI, POLRI, BUMD, BUMN), tenis lapangan ( ganda umum putra dan putri ), tenis meja (tunggal umum putra atau putri dan tunggal PNS, TNI, POLRI, BUMD, BUMN), Catur ( umum dan kelompok umur), bola volly antar SKPD, TNI, POLRI, BUMD, BUMN, usia bebas), lomba layang-layang, lomba fashion pemilihan putra/putri batik Madura, futsal antar SKPD (PNS usia bebas), lomba kebersihan lingkungan antar SKPD, gerak jalan (tingkat SD/MI), gerak jalan (tingkat SLTP,SLTA, SKPD, umum), senam KORPRI antar SKPD.


Minggu, 20 Juli 2014

PONDOK RAMADHAN 1435 H / 2014

Pondok ramadhan yang dilaksanakan pada tahun ini, adalah sama dengan tahun-tahun sebelumnya yaitu
dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Para siswa dengan penuh semangat dan perhatian mengikuti acara pondok ramadhan dari awal sampai akhir.

Pondok ramadhan merupakan suatu cara dan strategi untuk menyampaikan materi pelajaran agama Islam, sehingga para siswa dapat melaksanakan ajaran agamanya dengan baik dan benar.

Materi pada acara pondok ramadhan 1435 H. adalah
1. Rukun Iman dan rukun Islam
2. Praktik shalat 5 waktu dan shalat sunat
3. Menjelaskan dan menyimak tentang zakat fitrah dan zakat mal
4. Menjelaskan dan menyimak tentang puasa ramadhan dan puasa sunat
5. Praktik membaca Al Baqarah dengan tartil dan pelajaran tajwid
6. Praktik membaca Surat Yasin secara bersama-sama
7. Hafalan doa sehari-hari
8. Hafalan surat-surat pendek
9. Menjelaskan dan menyimak tentang akhlaq mulia

Jumat, 04 Juli 2014

TARI TRADISIONAL

Budaya daerah adalah merupakan bagian dari budaya Indonesia. Melestarikan budaya daerah merupakan suatu usaha untuk mempertahankan nilai-nilai budaya yang sesuai dengan adat bangsa Indonesia. Karena budaya daerah merupakan hasil karya bangsa Indonesia yang harus dilestarikan keberadaannya. 


Wujud kebudayaan daerah Indonesia, seperti : rumah adat, upacara adat, tarian, lagu, musik, seni gambar, pakaian adat, seni suara, seni sastra,makanan, dan film.

Dalam rangka ikut serta melestarikan kebudayaan daerah, para guru yang merupakan pelatih tari di SD. Negeri Rongtengah 5 Sampang mengadakan rencana dan melaksanakan suatu usaha untuk melestarikan budaya daerah Indonesia tersebut, salah satu  budaya yang dikembangkan adalah dalam bentuk tarian, yaitu tari tradisional daerah.

Berbekal teori tari yang ada dan pengalaman yang diperolehnya, pelatih tari dengan sabar, telaten, dan kreatif melatih murid SD. Negeri Rongtengah 5 Sampang. Tari tradisional daerah yang dikembangkan tersebut diberi judul, ''Tari Kembang Malathe Pote''.

Motivasi para guru terhadap para murid SD. Negeri Rongtengah 5 untuk terlaksananya program latihan tari tersebut sangat mendukung, sehingga murid yang ikut latihan tari, dapat menguasai semua gerakan tarian tersebut dengan baik, dan akhirnya dapat ditampilkan pada waktu acara pelepasan kelas 6 di PKPRI Trunojoyo pada tanggal 17 Juni 2014.







Minggu, 13 April 2014

KONDISI PESERTA PRAMUKA PENGGALANG

  • Kondisi Jiwa Peserta Pramuka Penggalang :
  1. Berpikir kritis
  2. Mudah terjadi identifikasi yang sangat emosional
  3. Minat dan aktivitasnya mulai mencerminkan jenis kelamin secara lebih menonjol 
  4. Pengaruh kelompok sebaya sangat kuat
  5. Memerlukan dukungan emosional dari orang tua bila mengalami kekecewaan dalam bergaul
  6. Memerlukan kehangatan dan keserasian dalam keluarga di rumah
  7. Menyenangi perilaku yang penuh kejutan, tantangan dan perilaku mengganggu orang lain
  8. Permainan kelompok, tim sangat menarik baginya.  
  • Perilaku anak-anak seusia Pramuka Penggalang :
  1. Senang bermain dan berlari-lari
  2. Senang bergerak, dan mencoba-coba
  3. Senang mengembara
  4. Suka menyanyi, teriak-teriak, suara seusia penggalang sudah mulai parau untuk laki-laki
  5. Senang akan sikap heroik, senang perang-perangan
  6. Suka bertanya, kadang agak menguji yang ditanya
  7. Cepat bosan
  8. Selalu ingin hal-hal baru
  9. Perhatian terpusat pada teman sebaya
  • Kegiatan untuk Pramuka Penggalang 
  1. Patriotisme atau kepahlawanan
  2. Petualangan atau penjelajahan alam
  3. Kompetisi regu atau kelompok
  4. Aktualisasi diri melalui pentas seni budaya dan lain-lain 
  5. Kompetisi perorangan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi misalnya cerdas tangkas
  6. Kepedulian sosial misalnya bakti masyarakat bersih lingkungan 
  7. Pemantapan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

Sabtu, 25 Januari 2014

MEMPERINGATI MAULID NABI BESAR MUHAMMAD S.A.W

Hari Sabtu tanggal 25 Januari 2014 di SDN. Rongtengah 5 Kecamatan Sampang, telah memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad S.A.W.


Satu minggu sebelumnya, guru pendidikan agama telah mengadakan latihan pembacaan Syarofal Anam dan Shalawat Nabi Muhammad SAW. kepada siswa-siswi kelas 4, kelas 5, dan kelas 6. Dengan latihan-latihan tersebut dapat membina sifat dan mental peserta didik menjadi berani, mandiri, percaya diri, disiplin, dan insya Allah mempunyai jiwa pemimpin.

Pada acara tersebut telah dihadiri oleh semua tenaga kependidikan, tenaga administrasi, dan peserta didik. Banyak yang diperoleh dalam acara tersebut, antara lain  :  

  1. Menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
  2. Menanamkan keimanan kepada Rosul-rosul Allah SWT. khususnya kepada Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi yang terakhir. Beriman kepada kitab-kitab Allah, beriman kepada hari Kiamat, dan takdir Allah SWT
  3. Meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. 
  4. Menanamkan kerja sama dan persaudaraan sehingga tercipta saling menghormati dan    menghargai     dengan sesamanya.
  5. Menanamkan sifat rendah hati, toleransi, dan selalu sabar menghadapi segala permasalahan hidup
  6. Melaksanakan kewajiban mengerjakan shalat lima waktu, membayar zakat, berpuasa pada bulan       Ramadhan, dan naik haji ke Baitullah bagi orang yang mampu. 
                   
    

Senin, 23 September 2013

SENAM KEBUGARAN JASMANI 2012

Kesehatan adalah merupakan hal yang penting untuk kita semua dan suatu nikmat yang tidak ternilai harganya. Karena apabila kita sehat dan bugar, dapat melaksanakan segala aktivitas secara maksimal. Kita senantiasa menjaga kesehatan kita, salah satunya adalah dengan cara mengikuti SKJ 2012.

Latihan SKJ 2012 yang dilaksanakan setiap hari kepada para siswa di sekolah, akan dapat berpengaruh terhadap siswa-siswi dalam penguasaan segala gerakan dalam senam tersebut. Disiplin dan konsisten mengikuti latihan, kunci sukses dalam mengikuti segala aktivitas yang ada di sekolah.

Latihan Senam Kebugaran Jasmani 2012, dilaksanakan setiap hari Sabtu sekitar jam 06.00 pagi. Uraian instruksional SKJ 2012 sebagai berikut :

Sikap Awal :
- Berdiri tegak tumit rapat ujung telapak kaki selebar kepalan tangan
- Pandangan lurus ke depan
- Lengan di samping paha, jari-jari rapat

Gerakan pemanasan :
Gerakan pemanasan dalam SKJ 2012 terdapat 11 gerakan. Uraiannya sebagai berikut :
Gerakan 1
- Gerakan 1a. Ayunkan kedua lengan lurus dari bawah hingga lurus ke atas melalui depan jari-jari rapat
   menghadap ke dalam. Turunkan kembali melalui depan hingga kembali ke sikap awal.
- Gerakan 1b. Ayunkan kedua lengan ke atas melalui samping sampai kedua telapak tangan rapat. Turun
   kan kedua telapak tangan sampai di depan dada.





:

Senin, 26 Agustus 2013

BARIS BERBARIS


Sebelum mengikuti lomba gerak jalan dalam rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 68, para siswa SDN. Rongtengah 5 Sampang harus mengikuti latihan baris berbaris, supaya dapat menguasai setiap gerakan dalam baris berbaris.

Latihan baris berbaris sudah dilaksanakan satu minggu sebelum pelaksanaan lomba dimulai.
Motivasi untuk mengikuti latihan adalah modal utama untuk dapat menguasai gerakan baris berbaris.
Disiplin mengikuti latihan adalah merupakan kunci dalam mencapai kesuksesan.Tidak ada hal yang sulit bila dilaksanakan dengan konsisten.

Baris berbaris adalah suatu wujud latihan fisik guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan pada terbentuknya suatu perwatakan tertentu.

Maksud dan tujuan baris berbaris adalah guna menambahkan sikap jasmani yang tegap, tangkas, rasa disiplin, dan rasa tanggung jawab.

Sikap jasmani yang tegap dan tangkas, diperlukan agar dapat menjalankan tugas dengan sempurna. Rasa disiplin diperlukan agar mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan pribadi. Sedangkan rasa tanggung jawab diperlukan dapat bertindak yang menguntungkan tugas dan tidak melakukan suatu tindakan yang merugikan.


Baris berbaris tidak dapat dipisahkan dari Aba-aba. Aba-aba adalah bagian integral dari baris berbaris. Aba-aba adalah suatu perintah yang diberikan oleh seorang pemimpin kepada yang dipimpinnya.untuk dilaksanakan pada waktunya secara serentak atau berturut-turut.

Ada tiga macam aba-aba :
1. Aba-aba Peringatan
2. Aba-aba Petunjuk
3. Aba-aba Pelaksanaan

Penjelasannya adalah sebagai berikut :
1. Aba-aba Peringatan adalah inti perintah yang cukup jelas, untuk dapat dilaksanakan tanpa ragu-ragu.
    Contoh : Aba-aba lencang kanan. Lencang kanan = aba-aba peringatan. Gerak = aba-aba pelaksanaan.
2. Aba-aba Petunjuk, digunaka n hanya jika perlu untuk menegaskan maksud dari aba-aba peringatan /
    pelaksanaan  Contoh : Aba-aba hormat. Ucapan '' Kepada Pembina Upacara'' = Aba-aba Petunjuk.
    Ucapan "Hormat" = Aba-aba Peringatan. Ucapan "Gerak"  = aba-aba pelaksanaan
3. Aba-aba Pelaksanaan adalah ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba.
    HORMAT ! Aba-aba pelaksanaan yang dipakai adalah "GERAK"
    JALAN ! Aba-aba pelaksanaan yang dipakai adalah "JALAN"
    HITUNG ! Aba-aba pelaksanaan yang dipakai adalah "MULAI"
    Aba-aba Gerak adalah gerakan-gerakan kaki yang dilakukan tanpa meninggalkan tempat dan gerakan-
    gerakan yang memakai anggota badan lain. Contohnya : "Jalan di tempat !", "Gerak !", "Hadap kanan !" ,
    "Gerak !", lencang kanan ! "Gerak !"
    Aba-aba jalan adalah gerakan-gerakan kaki yang dilaksanakan dengan meninggalkan tempat.
    Contoh : "Haluan kanan ! ",Jalan !" "Dua langkah ke depan ! ",  "Jalan !".
    Aba-aba mulai adalah pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan berturut-turut.
    Contoh : "Berhitung !" ,  "Mulai !"
    Cara memberi aba-aba :
    a. Pemberi aba-aba harus berdiri dalam sikap sempurna dan menghadap pasukan terkecuali dalam
        keadaan yang tidak mengijinkan untuk melakukan gerakan itu. Contoh: "Hadap kanan !", "Gerak !"
    b. Apabila aba-aba juga berlaku bagi pemberi aba-aba maka pemberi aba-aba terikat pada tempat yang
        telah ditentukan untuknya dan tidak menghadap pasukan.  Contoh : Kepada Pembina Upacara,
        "Hormat, gerak !"